Kamis, 16 Februari 2012

Pengantar Geografi





A. Pengertian dan Definisi Geografi


  • Harstone - Geografi adalah sebuah ilmu yang menampilkan relitas deferensiasi muka bumi seperti apa adanya,tidak hanya dalam arti perbedaan – perbedaan dalam hal tertentu, tetapi juga dalam arti kombinasi keseluruhan fenomena di setiap tempat, yang berbeda dari keadaanya di tempat lain.
  • Bisri Mustofa (2007) - Geografi merupakan ilmu yang menguraikan tentang permukaan bumi, iklim, penduduk, flora, fauna serta basil-basil yang diperoleh dari bumi.
  • Hasil seminar dan lokakarya di Semarang (1988) - Geografi adalah ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena geosfer dengan sudut pandang kewilayahan dan kelingkungan dalam konteks keruangan.
  • Depdikbud (1989) - Geografi merupakan suatu ilmu tentang permukaan bumi, iklim, penduduk, flora, fauna, serta hasil yang diperoleh dari bumi.
  • Herioso Setiyono (1996) - Geografi merupakan suatu ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungannya dan merujuk pada pola persebaran horisontal dipermukaan bumi.
  • Strabo (1970) - Geografi erat kaitannya dengan faktor lokasi, karakterisitik tertentu dan hubungan antar wilayah secara keseluruhan. Pendapat ini kemuadian di sebut Konsep Natural Atrribut of Place.
  • Paul Claval (1976) - Geografi selalu ingin menjelaskan gejala gejala dari segi hubungan keruangan.
  • Prof. Bintarto (1981) - Geografi mempelajari hubungan kausal gejala-gejala di permukaan bumi, baik yang bersifat fisik maupun yang menyangkut kehidupan makhluk hidup beserta permasalahannya melalui pendekatan keruangan, kelingkungan, dan regional untuk kepentingan program, proses, dan keberhasilan pembangunan.
  • Ullman (1954) - Geografi adalah interaksi antar ruang
  • Maurice Le Lannou (1959) - Objek study geografi adalah kelompok manusia dan organisasinya di muka bumi.
  • James Fairgrive (1966) - Geografi memiliki nilai edukatif yang dapat mendidik manusia untuk berpikir kritis dan bertanggung jawab terhadap kemajuan-kemajuan dunia. Ia juga berpendapat bahwa peta sangat penting untuk menjawab pertanyaan “di mana” dari berbagai aspek dan gejala geografi.
  • Preston e James - Geografi dapat diungkapkan sebagai induk dari segala ilmu pengetahuan” karena banyak bidang ilmu pengetahuan selalu mulai dari keadaan muka bumi untuk beralih pada studinya masing-masing.
  • Lobeck (1939) - Gegografi adalah suatu studi tentang hubungan – hubungan yang ada antara kehidupan dengan lingkungan fisiknya.
  • Frank Debenham (1950) - Geografi adalah ilmu yang bertugas mengadakan penafsiran terhadap persebaran fakta, menemukan hubungan antara kehidupan manusia dengan lingkungan fisik, menjelaskan kekuatan interaksi antara manusia dan alam.






B. Obyek Studi Geografi



1. Objek Material

Objek material yaitu
segala sesuatu baik berupa materi atau berupa gejala geografi yang terjadi dalam ruang (geosfer) yang dipelajari oleh geografi. Karena ruang lingkupnya geosfer maka objek studi material ini berada di 5 bagian geosfer yaitu:
  • Litosfer. Lithos artinya batuan dan sphera artinya lapisan. Deskripsi lengkapnya adalah lapisan penyusun kulit bumi yang terluar dan terbentuk dari batuan. Objek material geografi pada lapisan ini adalah segala sesuatu materi atau gejala geografi yang terdapat atau terjadi pada lapisan ini.
contoh dalam bentuk materinya yaitu: batuan dengan berbagai jenisnya, gunung dengan tipe dan ketinggianya. Sedangkan Â dalam bentuk fenomena dan gejala geografi misalnya gempa, pergerakan lempeng tektonik,

  • Hidrosfer. Adalah bagian dari geosfer dalam bentuk lapisan perairan yang tersebar di lautan, tanah, permukaan tanah, atmosfer (udara), maupun dalam bentuk padat, cair, gas
Contoh dalam bentuk materi yaitu air, salju, uap (gas) dan dalam bentuk gejala geografi yaitu: pasang surut, arus laut, pergerakan air tanah dan lain-lain
 

  • Atmosfer. Adalah lapisan udara yang menyelubungi bumi
Contoh dalam bentuk materi: awan, udara beserta materi penyusunnya dan dalam bentuk gejala geografi yaitu: perubahan unsur-unsur cuaca

  • Biosfer. Lapisan kehidupan yang ada di gesofer selain dari manusia yaitu berupa flora dan fauna
Contoh materinya: flora dan fauna dan gejalanya: persebarannya, habitatnya (kondisi ruangan yang mendukungnya)

  • Anthroposfer. Adalah lapisan kehidupan manusia di dalam ruang.
Contohnya kehidupan biologisnya (kelahiran, kematian), kehidupan sosialnya, aktivitas ekonominya, budayanya dan lain-lain


2. Objek Formal

Yaitu
sudut pandang dan cara berpikir terhadap objek material yang berupa materi atau gejala geografi yang ada di geosfer. Cara pandang dan cara berpikir ini dapat melalui pendekatan keruangan, kelingkungan dan kewilayahan. 


C. Prinsip Geografi

Terdapat empat prinsip geografi yang kita kenal yaitu:

1. Prinsip Penyebaran/ spreading Principle

Prinsip penyebaran dapat digunakan untuk menggambarkan gejala dan fakta geografi dalam peta serta mengungkapkan hubungan antara gejala geografi yang satu dengan yang lain. hal tersebut disebabkan penyebaran gejala dan fakta geografi tidak merata antara wilayah yang satu dengan wilayah yang lain.
Contoh : 
Pemilihan Presiden merupakan salah satu dari 3 pemilihan umum yang bersifat demokrasi besar, yakni Pileg, Pilkada, dan Pilpres. Pilpres di Indonesia telah berlangsung 2 kali, yakni pada tahun 2004 yang dimenangkan oleh Susilo Bambang Yudhoyono- Jusuf Kalla, serta pada tahun 2009 yang baru saja dilaksanakan dan dimenangkan oleh Susilo Bambang Yudhoyono- Boediono. Pilpres dilaksanakan dan dipilih oleh rakyat dalam 5 tahun sekali.


2. Prinsip interrelasi/ interrelationship principle
Prinsip interrelasi digunakan untuk menganalisis hubungan antara gejala fisik dan non fisik. Prinsip tersebut dapat mengungkapkan gejala atau fakta Geografi di suatu wilayah tertentu.

Contoh :  Pemilihan Presiden dilaksanakan karena beberap faktor, seperti harusnya menjalankan undang undang dasar 1945, seperti pada pasal 6 A, pasal 7 setelah amandemen, selain itu agar terjadinya sebuah perubahan yang tentunya lebih baik, terutama dalam sisi kedaulatan. 

3. Prinsip deskripsi/ Descriptive Principle
prinsip deskripsi dalam geografi digunakan untuk memberikan gambaran lebih jauh tentang gejala dan masalah geografi yang dianalisis. prinsip ini tidak hanya menampilkan deskripsi dalam bentuk peta, tetapi juga dalam bentuk diagram, grafik maupun tabel. 

Contohnya:  Di semua negara yang mempunyai sistem demokrasi, dan hampir semua negara yang berdaulat telah melaksanakan Pilpres sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku di Negara masing-masing 

4. Prinsip korologi/ Chorological principle ( 
prinsip keruangan)

Prinsip ini dapat dianalisis gejala, fakta, dan masalah geografi ditinjau dari penyebaran, interrelasi, dan interaksinya dalam ruang.



Contohnya : Solusi agar Pilpres berjalan dengan lancar adalah adanya partisipasi aktif dari pemerintah yang berkuasa, seperti menyeleseikan masalah dasar yakni DPT, adanya Logistik yang tercukupi di setiap daerah. Selain itu harus ada partisipasi dari aparat pemerintah untuk menjaga ketertiban dan keamanan dalam berlangsugnya proses pilpres.


#Tema : Pilpres.


D. Konsep Esensial Geografi




ADA 10 KONSEP ESENSIAL GEOGRAFI
No.KonsepMateriContoh
1.
Lokasi
# Konsep lokasi dalam geografi menganalisis aspek positif dan negative suatu tempat di permukaan bumi.
# Konsep Lokasi biasanya untuk menjawab pertanyaan where (dimana).
# Lokasi dalam geografi dibagi 2 jenis:
  1. 1. Lokasi Absolut
Lokasi suatu wilayah yang didasarkan pada garis lintang dan garis bujur.
  1. 2. Lokasi Relatif
Lokasi wilayah dipermukan bumi yang sifatnya dapat berubah-ubah karena dipengaruhi daerah sekitarnya.
# Suatu tempat dipermukaan bumi akan mempunyai nilai tinggi apabila dihubungkan dengan kondisi social yang baik.
  1. 1. Lokasi Absolut:
  • Secara astronomis lokasi Negara Indonesia terletak antara 6LU – 110 LS dan 950 BT – 1410 BT.
  1. 2. Lokasi Relatif:
  • A. Tanah yang lokasinya di daerah perkotaan biasanya harganya lebih mahal.
  • B. Nilai/ harga lahan untuk pemukiman akan berkurang apabila berdekatan dengan makam.
  • C. Peternakan ditempatkan di desa (jauh dari keramaian) untuk keberhasilan ternaknya.

2.

Jara

A. Jarak merupakan pembatas yang bersifat alami.
B. Jarak berkaitan dengan lokasi dan upaya pemenuhan kebutuhan pokok kehidupan.
C. Unsur jarak akan diperhitungkan apabila berhubungan dengan keuntungan yang didapat.
  • A. Jarak tempuh untuk mengangkut bahan baku ke pabrik, mempunyai besar biaya angkut.
  • B.Tanah yang jaraknya jauh dari jalan raya (pusat keramaian), harganya lebih murah.
  • C.Harga hasil pertanian akan semakin mahal, apabila dibawa dari daerah yang sangat jauh karena resiko semakin mahal.

3.

Keterjangkauan


A. Berkaitan dengan kondisi permukaan bumi, misalnya suatu daerah terisolasi karena kondisi permukaan buminya menyebabkannya sulit dijangkau
B. Ketergantungan pada umumnya berubah sejalan dengan perkembangan ekonomi, iptek dan transportasi.
C. Interaksi antar satu daerah dengan daerah lain akan terjadi apabila terdapat sarana transportasi yang memadai.
  • A.Desa yang dikelilingi rawa dan hutan biasanya sulit dijangkau daripada desa yang terletak di tepi pantai.
  • B.Untuk menuju Desa Gondanggunung harus ditempuh perjalanan 7 km melalui jalan setapak dari Kecamatan Pagerwojo Kabupaten Tulung Agung.
  • C. Surabaya – Jakarta dapat ditempuh dengan mobil atau bis. Gresik – p. Bawean dapat ditempuh dengan kapal laut.
4.
Pola

A. Berkaitan dengan ketergantungan pada bentuk fenomena geografi dipermukaan bumi.
B. Geografi mempelajari pola-pola bentuk dan persebaran fenomena geografi
C Bentukan khas, hasil interaksi gejala alam satu dengan gejala alam lainnya atau hasil interaksi antara manusia dengan lingkungannya.
  • A. Pola persebaran pemukiman di daerah pegunungan didominasi oleh pola mengelompok yang menyebar.
  • B. Pola sungai di daerah lipatan pada umumnya trellis.
  • C. Pola aliran sungai banyak berhubungan dengan jenis batuan atau relief daerahnya. Pola pemukiman sering terkait dengan pantai, sungai dan sebagainya.

5.

Morfologi

A. Berkaitan dengan bentuk muka bumi sebagai hasil tenaga endogen dan eksogen.



B. Bentukan muka bumi terjadi sebagai hasil dari gejala alam dan pemanfaatan oleh manusia.
  • A. Daerah delta terbentuk akibat dari proses pengendapan oleh lumpur sungai. (Tenaga Endogen). Daerah gunung api terbentuk dari proses penyusupan magma ( Tenaga Eksogen)
  • B. Dataran tinggi di daerah puncak bogor, lahannya dimanfaatkan untuk perkebunan teh. Sedangkan, dataran rendah sepanjang pantai utara Jawa didominasi perkebunan tebu.
6.
Aglomerasi
A. Kecenderungan persebaran yang bersifat mengelompok pada suatu wilayah yang relative sempit dan yang paling menguntungkan.




B. Penduduk akan mempunyai kecenderungan untuk mengelompok pada social ekonomi yang sejenis, atau keadaan alam yang menguntungkan.
  • A. 1. Di pulau Kalimantan penduduk umumnya mengelompok sepanjang aliran sungai.
  •       2. Di daerah sungai, pantai, jalan raya dan jalan rel kereta api banyak ditemui komunitas pemukiman dalam bentuk memanjang.

  • B. # Orang-orang kaya banyak yang tinggal di perumahan elit.
  •   # Para dosen lebih suka tinggal di perumahan dosen.
  •      # Kelompok meubel Ndomas di Gresik dan Keraton di Pasuruan.
  •   # Di Jakarta ada kelompok kampong Ambon dan kampong Melayu.
7.
Nilai Kegunaan
A.  Nilai Kegunaan fenomena geografi atau sumber daya di permukaan bumi bersifat relative antara wilayah yang satu dengan wilayah yang lain.

B.  Manfaat suatu daerah mempunyai nilai yang berbeda antara satu orang dengan yang lainnya.
A. Laut memiliki nilai kegunaan bagi para nelayan, dibandingkan petani.
Hutan memiliki nilai kegunaan bagi Pecinta Alam dibanding pelajar.

B. Daerah wisata kota Batu, nilainya berbeda bagi setiap orang, oleh karena itu ada yang suka mengunjungi dan ada yang tidak.
8.
Interaksi dan Interdependensi
A. Merupakan hubungan timbal-balik antara dua wilayah atau lebih yang dapat menimbulkan gejala, kenampakan dan permasalahan baru.



B.  Dalam interaksi, gejala yang satu dengan yang lain saling tergantung.



C. Hubungan timbal-balik antara manusia dan lingkungan yang dapat menimbulkan pergerakan manusia, barang dan jasa, komunikasi, persebaran ide atau gagasan.
A. Interaksi kota-desa terjadi, karena adanya perbedaan potensi alam, misalnya: desa menghasilkan bahan baku, sedangkan kota menghasilkan barang industry. Karena kedua wilayah saling membutuhkan, maka terjadilah interaksi.

B. Pembangunan pabrik semen di Cilacap Jawa Tengah perlu memperhatikan keberadaan gunung kapur, sarana transportasi dan pemasaran.

C. Gerakan penduduk dari daerah padat ke daerah jarang.
Gerakan barang dari daerah berlebihan (produsen) ke daerah kekurangan (konsumen).
9.
Diferensiasi Area (struktur keruangan)
A.  Berkaitan dengan perbedaan corak antar wilayah di permukaan bumi                                                 
B. Konsep ini digunakan untuk mempelajari perbedaan gejala geografi antara wilayah yang satu dengan yang lain dipermukaan bumi.
Konsep ini dapat juga untuk melihat jenis mata pencaharian penduduk      
C. Hasil interaksi antara manusia dengan lingkungannya yaitu daerah dengan kenampakan khusus.
A. Jenis tanaman yang dibudidayakan, antara dataran tinggi berbeda dengan da                                                                   
B. Penduduk yang tinggal di daerah pantai dominan bermata pencaharian nelayan, berbeda dengan penduduk yang tinggal di dataran rendah cenderung mata pencaharian bertani                                                         

C.Daerah dengan pemukiman padat, sedang atau jarang.
10.
Keterkaitan Ruang
A.Keterkaitan ruangan menunjukkan derajat katerkaitan persebaran antara fenomena yang satu dengan yang lain, baik yang menyangkut fenomena fisik maupun non fisik        
B. Kenampakan yang khusus dari setiap daerah akan menimbulkan adanya saling keterkaitan antar daerah dalam hal pemenuhan kebutuhan.
A. Wilayah pedesaan dengan perkotaan, misalnya: Penduduk kota memerlukan bahan pangan dari desa, sebaliknya penduduk desa perlu memasarkan hasil alamya ke kota.        
B. Daerah Gresik penghasil semen, Kediri penghasil gula, maka akan terjadi interaksi antar dua daerah terebut.




E. Ruang Lingkup

Berdasarkan pengertian geografi yang telah di jelaskan sebelumnya menunjukkan bahwa yang dipelajari dalam geografi ternyata sangat luas. Oleh karena itu, perlu adanya batasan yang menjadi ruang lingkup bahasan geografi. Ruang lingkup bahasan geografi terdiri dari 3 bagian. yaitu sebagai berikut

Geografi Fisik
Geografi fisik menyangkut keadaan lingkungan alam di luar manusia seperti gejala-gejala alam di geosfer yang meliputi atmosfer. litosfer, hidrosfer, dan biosfer, Gejala-gejala alam tersebut berkaitan dengan bentuk, relief, iklim, dan segala sesuatu tentang bumi serta tentang proses-proses fisik yang terjadi darat, laut, dan udara yang berpengaruh pada kelangsungan hidup manusia.

Geograli Sosial
Aspek lingkungan sosial meliputi permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan aktivitas manusia di dalam ruang, yang mencakup aktivitas sebagai mahluk sosial yang harus berinteraksi dengan yang lainnya, aktivitas ekonomi untuk memenuhi segala kebutuhan hidupnya , dan budayanya yang mencerminkan perkembangan kemampuan manusia berupa hasil pemikiran manusia dalam bentuk karya cipta. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa geografi (geografi manusia) mempelajari dampak aktivitas manusia terhadap lingkungan dan dampak lingkungan terhadap manusia,

Geografi Regional
Geografi regional mempelajari topik atau bahasan khususnya yang mencakup suatu daerah atau wilayah tertentu. Geografi regional merupakan bahasan yang menyeluruh, baik dari aspek fisik maupun sosial.

Ketiga aspek tersebut dinamakan geosfer sebagai objek kajian geografi. Geosfer terdiri dari beberapa bagian yaitu: Litosfer, Hidrosfer,Atmoefer, Biosfer, dan Antroposfer yang kesemuanya saling berinteraksi dan saling terkait membentuk suatu sistem
Pada gambar di atas menunjukan bahwa Geosfer terdiri dari 5 bagian penting yang saling terkait dan berhubungan membentuk suatu sistem. karena ini merupakan suatu sistem yang saling terkait, maka jika ada ketidakseimbangan dari salah satu bagian, maka akan berpengaruh terhadap bagian lain atau menimbulkan gejala geosfer yang baru.
contoh : jika pada bagian Antroposfer aktivitas manusia mengekploitasi hutan secara besar-besaran dengan membuka hutan untuk pemukiman, kawasan industri, perkotaan, pertanian dll. maka kondisi ekosistem di biosfer akan terganggu, luas hutan berkurang, populasi flora dan fauna berkurang. dengan berkurangnya vegetasi maka proses pembentukan O2 dan penyerapan CO2 berkurang, sehingga akan berpengaruh terhadap kondisi Atmosfer. atmosfer yang fungsinya sebagai filter (menyerap, memantulkan, membiaskan, meneruskan) sinar matahari akan berubah. dan seterusnya .
Jika Bumi dilihat dari teori lingkungan hidup, maka permukaan bumi dapat dikelompokan menjadi 3 lingkungan yaitu:
  • Phisical Environment. Yaitu segala sesuatu yang ada dalam ruang yang berupa benda atau materi yang tidak hidup. Misalnya tanah, udara, air, bulan dll
  • Biological Environment. Yaitu segala sesuatu yang ada dalam ruang berupa mahluk hidup yang di dalamnya terdiri dari flora, fauna, manusia
  • Social Environment, yaitu segala aktivitas manusia atau tindakan manusia yang terbentuk karena adanya interaksi antar manusia, interaksi dengan flora fauna, dan interaksi dengan lingkungan fisik.
Jika dilihat dari ruang lingkup di atas jelaslah bahwa geografi merupakan ilmu yang sangat komplek yang harus didukung berbagai displin ilmu. Secara umum geografi dapat dikelompokkan dalam 2 bagian yaitu: geografi fisik dan geografi manusia

Geografi termasuk ilmu tua yang sudah berkembang dari jaman sebelum masehi. Sehingga dalam perkembangaanya mengalami spesifikasi yang melahirkan cabang-cabang ilmu lain. Oleh karena itu mempelajarai geografi berarti harus memahami ilmu-ilmu lain sebagai penunjangnya. Ilmu-ilmu tersebut yaitu:
  • Geologi yaitu ilmu yang memepelajari sejarah, komposisi, struktur bumi dan perkembangannya  secara keseluruhan
  • Geofisika yaitu ilmu yang mempelajari sifat-sifat bumi dengan metode teknik fisika, seperti rambatan getaran gempa, gravitasi, medan magnet
  • Meteorologi yaitu ilmu yang mempelajari keadaan atau kondisi atmosfer, misalnya perubahan unsur-unsur cuaca (angin, kelembaban udara, awan, hujan dll)
  • Astronomi yaitu ilmu yang mempelajari benda-benda yang ada di dalam jagat raya, seperti matahari, planet, bintang dll
  • Biogeografi yaitu mempelajari tentang mahluk hidup (flora dan fauna) dengan sudut pandang keruangannya yaitu sebaran kaitannya dengan iklim dan cuaca yang mendukung.
  • Geomorfologi mempelajari sejarah perkembangan bentuk permukaan bumi dan segala proses yang menghasilkan bentuk-bentuk tersebut.
  • Hidrologi mempelajari tentang air (sebarannya: danau, tanah, udara, laut, sungai, rawa dll) dan siklusnya
  • Oseanografi mempelajari kelautan berkiatan dengan kadar garam, pergerakan arus, morfologi, biota, pasangsurut dan lain-lain
  • Antropogeografi mempelajari tentang sebaran, suku, ras dilihat dari kontek geografinya
  • Geografi Regional mempelajari suatu wilayah atau kawasan tertentu dipermukaan bumi misalnya Geografi Asia Tenggara, Geografi Timur Tengah dll
  • Geografi politik yaitu mempelajari politik dari sudut pandang geografinya, seperti bentuk daratan, posisi, luas, lokasi dibandingkan dengan negara-negara lain
  • Geografi Sosial yaitu mempelajari manusia dalam kontek interaksinya dengan yang lain
  • Geografi Ekonomi yaitu mempelajari sebaran sumber daya alam yang memiliki nilai ekonomi untuk menunjang kehidupan manusia



F. Klasifikasi dan Cabang-cabang Geografi

Dalam garis besar, ilmu pengetahuan geografis dapat diklasifikasikan menjadi dua bagian sebagai berikut:

1. Geografi Fisik
Geografi fisik adalah cabang geografi yang mempelajari fenomena fisik di permukaan bumi. Inspeksi bidang geografi fisik adalah fenomena alami dari permukaan bumi yang menjadi lingkungan hidup manusia.
Studi tentang geografi fisik didukung oleh beberapa ilmu di bawah ini:
a. Geologi => ilmu yang mempelajari struktur, komposisi, sejarah dan perkembangan proses bumi.
b. Pedologi => suatu ilmu yang mempelajari jenis dan proses pembentukan tanah.
c. Astronomi => suatu ilmu yang mempelajari benda-benda angkasa.
d. Oceanology => ilmu yang mempelajari tentang sifat fisik dan kimia air laut.
e. Klimatologi => suatu ilmu yang mempelajari tentang iklim.
f. Meteorlogy => suatu ilmu yang mempelajari tentang cuaca.
g. Vulkanologi => ilmu yang mempelajari tentang gunung berapi.
h. Seismologi => suatu ilmu yang mempelajari tentang gempa bumi.
i. Geofisika => suatu ilmu yang mempelajari sifat-sifat pelabuhan dalam bumi dengan metode fisik, seperti mengukur gempa bumi, gravitasi, dan medan magnet.
j. Biogeografi => ilmu yang mempelajari penyebaran organisme hidup secara geografis di permukaan bumi.

2.Geografi Sosial
Geografi sosial adalah cabang geografi yang mencakup aspek populasi dan aktivitas manusia yang terdiri dari politik ekonomi, sosial, dan kegiatan budaya.
Cabang dari geografi sosial adalah sebagai berikut:
a. Geografi manusia => cabang geografi yang mempelajari sosial ekonomi, dan budaya penduduk.
b. Antropogeografi => cabang geografi yang mempelajari penyebaran ras di bumi, dilihat dari sudut pandang geografis.
c. Geografi Polytical => cabang geografi yang mempelajari kondisi geografis terlihat khusus.
d. Geografi regional => cabang geografi yang mempelajari suatu fegion tertentu secara khusus.
e. Geografi populasi => cabang geografi yang mempelajari numver, menyebarkan, dan komposisi penduduk.
f. Geografi ekonomi => cabang geografi yang mempelajari kegiatan ekonomi penduduk di suatu wilayah tertentu.
g. Geografi Pedesaan => cabang geografi yang mempelajari kondisi daerah pedesaan, termasuk masyarakat, dari sudut geografis vies.
h.Geografi Kota => cabang geografi yang mempelajari tentang daerah perkotaan, termasuk masyarakat, dari sudut pandang geografis.

G. Pendekatan/analisa Geografi

1. Pendekatan KeruanganPendekatan keruangan merupakan suatu cara pandang atau kerangka analisis yang menekankan eksistensi ruang sebagai penekanan. Eksisitensi ruang dalam perspektif geografi dapat dipandang dari struktur (spatial structure), pola (spatial pattern), dan proses (spatial processess) (Yunus, 1997).
Dalam konteks fenomena keruangan terdapat perbedaan kenampakan strutkur, pola dan proses. Struktur keruangan berkenaan dengan dengan elemen-elemen penbentuk ruang. Elemen-elemen tersebut dapat disimbulkan dalam tiga bentuk utama, yaitu: (1) kenampakan titik (point features), (2) kenampakan garis (line features), dan (3) kenampakan bidang (areal features).
Kerangka kerja analisis pendekatan keruangan bertitik tolak pada permasalahan susunan elemen-elemen pembentuk ruang. Dalam analisis itu dilakukan dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut.
1. What? Struktur ruang apa itu?
2. Where? Dimana struktur ruang tersebut berada?
3. When? Kapan struktur ruang tersebut terbentuk seperti itu?
4. Why? Mengapa struktur ruang terbentuk seperti itu?
5. How? Bagaimana proses terbentukknya struktur seperti itu?
6. Who suffers what dan who benefits what? Bagaimana struktur
Keruangan tersebut didayagunakan sedemikian rupa untuk kepentingan manusia. 
Dampak positif dan negatif dari keberadaan ruang seperti itu selalu dikaitkan dengan kepentingan manusia pada saat ini dan akan datang.( makalah kelompok 1 xa )

2. Pendekatan kelingkunganPendekatan ekologi/lingkungan merupakan pendekatan berdasarkan interaksi yang terjadi pada lingkungan.Pendekatan ekologi dalam geografi berkenaan dengan hubungan kehidupan manusia dengan lingkungan fisiknya.Interaksi tersebut membentuk sistem keruangan yang dikenal dengan Ekosistem.Salah satu teori dalam pendekatan atau analisi ekologi adalah teori tentang lingkungan.Geografi berkenaan dengan interelasi antara kehidupan manusia dan faktor fisik yang membentuk sistem keruangan yang menghubungkan suatu region dengan region lainnya.Adapun ekologi, khususnya ekologi manusia berkenaan dengan interelasi antara manusia dan lingkungan yang membentuk sistem ekologi atau ekosistem.
Dalam analisis ekologi, kita mencoba menelaah interaksi antara manusia dengan ketiga lingkungan tersebut pada suatu wilayah atau ruang tertentu.Dalam geografi lingkungan, pendekatan kelingkungan memiliki peranan penting untuk memahami fenomena geofer.
Dalam pendekatan ini penekanannya bukan lagi pada eksistensi ruang, namun pada keterkaitan antara fenomena geosfera tertentu dengan varaibel lingkungan yang ada. Dalam pendekatan kelingkungan, kerangka analisisnya tidak mengkaitkan hubungan antara makluk hidup dengan lingkungan alam saja, tetapi harus pula dikaitkan dengan:
(1) fenomena yang didalamnya terliput fenomena alam beserta relik fisik tindakan manusia. 
(2) perilaku manusia yang meliputi perkembangan ide-ide dan nilai-nilai geografis serta kesadaran akan lingkungan.
Dalam sistematika Kirk ditunjukkan ruang lingkup lingkungan geografi sebagai berikut. Lingkungan geografi memiliki dua aspek, yaitu lingkungan perilaku (behavior environment) dan lingkungan fenomena (phenomena environment). Lingkungan perilaku mencakup dua aspek, yaitu pengembangan nilai dan gagasan, dan kesadaran lingkungan. Ada dua aspek penting dalam pengembangan nilai dan gagasan geografi, yaitu lingkungan budaya gagasan-gagasan geografi, dan proses sosial ekonomi dan perubahan nilai-nilai lingkungan. Dalam kesadaran lingkungan yang penting adalah perubahan pengetahuan lingkungan alam manusianya.

Lingkungan fenomena mencakup dua aspek, yaitu relik fisik tindakan manusia dan fenomena alam. Relic fisik tindakan manusia mencakup penempatan urutan lingkungan dan manusia sebagai agen perubahan lingkungan. Fenomena lingkungan mencakup produk dan proses organik termasuk penduduk dan produk dan proses anorganik.
Studi mandalam mengenai interelasi antara fenomena-fenomena geosfer tertentu pada wilayah formal dengan variabel kelingkungan inilah yang kemudian diangap sebagai ciri khas pada pendekatan kelingkungan. Keenam pertanyaan geografi tersebut selalu menyertai setiap bentuk analisis geografi. Sistematika tersebut dapat digambarkan sebagai berikut.

Kerangka umum analisis pendekatan kelingkungan dapat dicontohkan sebagai berikut.
Masalah yang terjadi adalah banjir dan tanah longsor di Ngroto Pujon Malang.
Untuk mempelajari banjir dengan pendekatan kelingkungan dapat diawali dengan tindakan sebagai berikut. (1) mengidentifikasi kondisi fisik di lokasi tempat terjadinya banjir dan tanah longsor. Dalam identifikasi itu juga perlu dilakukan secara mendalam, termasuk mengidentifikasi jenis tanah, tropografi, tumbuhan, dan hewan yang hidup di lokasi itu.
(2) mengidentifikasi gagasan, sikap dan perilaku masyarakat setempat dalam mengelola alam di lokasi tersebut. 
(3) mengidentifikasi sistem budidaya yang dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan hidup (cara bertanam, irigasi, dan sebagainya). 
(4) menganalisis hubungan antara sistem budidaya dengan hasil dan dampak yang ditimbulkan. 
(5) mencari alternatif pemecahan atas permasalahan yang terjadi.( makalah kelompok 2 XG)

3. Pendekatan Kewilayahan 

dalam pendekatan kewilayahan, yang dikaji tentang penyebaran fenomena, gaya dan masalah dalam keruangan, interaksi antara variabel manusia dan variabel fisik lingkungannya yang saling terkait dan mempengaruhi satu sama lainnya.
pendekatan ini merupakan pendekatan keruangan dan lingkungan, maka kajiannya adalah perpaduan antara keduanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar